09 August 2021 16:56 WIB

How To Properly Jump Your Car

Jumping your car is actually an important activity for car users. Because you never know when the car needs a jump to start the dead battery.

Or maybe in a lockdown situation, you left the car parked. It’s actually better if you do some basic maintenance from checking the Forceum tyres and warming it up to charge the battery.

Because when your battery goes flat, jumping it may be a solution even when it may not be the answer in every case. But jumping can be dangerous, because when done improperly, it may create some sparks that may cause fire. This is commonly caused by connecting the wrong side. 

To prevent this,here is the way to properly jump a car:

1. Use the right cable

First of all, use the right cable for jumping with high capability. An ordinary cable can’t withstand the voltage and wattage when jumping a car. After you got the right cable, get the cars closer together so the cable can reach the batteries. Make sure the metal end of the cable is dryo to prevent shortage.

2. Make sure the car is stationary

When the cars are close enough, make sure the car will stay stationary with the handbrake or the P position on automatics. This to ensure the cable won’t be pulled when jumping the car.

3. The right polarity

This is a very important step. Jumper cables usually have 2 colors, red and black. On the red cable, connect the positive side of the donor car and the positive side of the receiver. Then, the black cable is connected to the negative side of the donor car and to the negative side of the receiver car.

4. Turn on the car

After it is all connected, turn the donor car on if it hasn't. If needed, give it a bit of a rev to turn the alternator faster. If the dead car still won’t crank, let it charge for a while and try again. If it won’t turn on, the battery is too flat to be jumped and has to be changed or charged properly for a long time.

 

Indonesia 

Melakukan jumper adalah suatu kegiatan yang sebaiknya diketahui oleh pengguna mobil. Karena, kita seringkali tidak tahu kapan aki mobil akan habis sehingga membutuhkan bantuan jumper.

Atau mungkin karena kondisi lockdown, maka mobil dibiarkan di rumah. Padahal ketika mobil tidak digunakan, ada baiknya tetap menjaga kondisinya mulai dari mengecek ban Forceum-nya hingga memanaskannya agar akinya tidak habis.

Jika habis, maka jumper bisa menjadi solusi meskipun tidak selalu demikian. Jumper sendiri bisa berbahaya, karena jika tidak benar, maka bisa menimbulkan percikan api yang bisa berujung pada kebakaran. Hal ini seringkali terjadi karena salah menghubungkan kutub.

Untuk mencegah hal tersebut, maka berikut cara melakukan jumper dengan benar.

1. Gunakan kabel yang tepat

Pertama-tama, gunakan kabel berdaya besar yang memang ditujukan untuk jumper. Kabel biasa tidak akan kuat menahan tegangan dan arus tinggi dari aki. Jika sudah, dekatkan mobil agar kabel bisa menggapai aki dari kedua mobil. Pastikan juga bagian logam kabel tidak terkena air untuk mencegah konslet.

2. Pastikan mobil diam

Setelah mobil sudah cukup dekat, pastikan mobil sudah diam dengan rem tangan ataupun posisi P pada mobil bertransmisi otomatis. Ini guna mencegah kabel tertarik saat melakukan jumping.

3. Kutub yang benar

Langkah ini adalah langkah terpenting, yaitu kutub yang benar. Kabel jumper biasanya memiliki dua warna, merah dan hitam. Pada kabel merah, hubungkan ke kutub positif mobil donor, lalu ke kutub positif mobil penerima. Setelah itu, kabel hitam dicolok ke kutub negatif mobil donor kemudian ke kutub negatif mobil penerima.

4. Nyalakan mobil

Setelah terhubung, maka nyalakan mobil donor jika belum menyala. Jika perlu, berikan gas sedikit agar alternator berputar lebih cepat. Lalu, cobalah nyalakan mobil penerima. Jika belum bisa, maka biarkan sejenak agar aki terisi. Jika tidak bisa, maka aki sudah terlalu habis sehingga harus diganti atau diisi dayanya dengan peralatan yang benar untuk waktu lama.

 

Share