12 May 2022 09:48 WIB

Perfect Match! Three-Piece Wheels And Accelera Tyres On Toyota GT86

Historically, Toyota actually did not have a car that had the name "86". The name 86 attached to the Toyota Corolla Trueno or Levin that was popularised in the Initial D manga is the chassis code for the Toyota Corolla with the 4A-GE engine.

But Toyota decided to bring this legendary code on a front engine rear wheel drive sports car that is light and agile, the Toyota GT86, which is the result of a joint venture with Subaru.

The recipe is similar. It must be relatively affordable, precise handling and agile, and lightweight. It's just wrapped in a much more modern and aggressive design with the chassis code ZN6 which debuted in 2011.

The Toyota GT86 is a blank canvas for many people. For racing? The chassis is perfect. For drifting and engine swaps? The engine bay can be forced to swallow various kinds of engines. Modification? Of course. In essence, the Toyota GT86 can be created into anything, the limit is your imagination.

For example, this Toyota GT86 owned by Ryan. In appearance, the body does appear to be standard. But the appearance has changed drastically since it was paired with air suspension and 3-piece SSR wheels.

The first is the wheels. Ryan chose the lightweight SSR Professor SP5 alloy wheels. The light weight of these wheels can be obtained thanks to HTM (Heat Treatment Manufacture) technology that allows the use of thinner materials to save weight.

Ryan's wheel size is also fairly wide, which is 18x (9.5 +10) inches. It doesn't matter to the Toyota GT86 because the fenders are apparently quite wide. The wheels and tyres did not come out of the fenders at all.

For the tyres, of course the Accelera Phi with the sizes of 205/40 and 215/35. Tyres that have been trusted for daily needs, as well as for the use of stance and stretch fitment.

For the suspension, Ryan uses Air Lift bolt on coil on bags. To make it easier, there is also a 3H Air Lift management system. According to him, this combination makes the car even more comfortable than ever.

 

Indonesia 

Secara historis, Toyota sebenarnya tidak memiliki sebuah mobil yang memiliki nama “86”. Nama 86 yang melekat pada Toyota Corolla Trueno atau Levin yang dipopulerkan pada manga Initial D merupakan kode sasis untuk Toyota Corolla dengan mesin 4A-GE.

Namun Toyota memutuskan untuk memboyong kode legendaris ini pada sebuah mobil sport Front Engine Rear Wheel Drive mereka yang ringan dan lincah, Toyota GT86 yang merupakan hasil joint venture dengan Subaru.

Resepnya serupa. Harganya tidak boleh terlalu mahal, handlingnya presisi dan lincah, serta bobot yang ringan. Hanya saja dibungkus pada desain yang jauh lebih modern dan agresif dengan kode ZN6 yang debut di tahun 2011.

Toyota GT86 pun menjadi sebuah kanvas kosong bagi banyak orang. Untuk balap? Sasisnya sangat tepat. Untuk drifting dan ganti mesin? Ruang mesinnya bisa dipaksa menelan berbagai macam mesin. Modifikasi? Tentu saja. Intinya, Toyota GT86 ini bisa dikreasikan menjadi apapun, menyesuaikan dengan imajinasi.

Misalnya Toyota GT86 yang dimiliki Ryan ini. Secara tampilan, bodinya memang terlihat standar. Namun tampilannya berubah drastis semenjak dipasangkan suspensi udara dan velg SSR 3-piece.

Pertama adalah velg. Ryan memilih velg SSR Professor SP5 yang ringan. Bobot ringan dari velg ini bisa didapat berkat teknologi HTM (Heat Treatment Manufacture) yang memungkinkan penggunaan bahan yang lebih tipis untuk menghemat berat.

 Ukuran velg milik Ryan juga terbilang lebar, yaitu 18x(9.5+10) inci. Tidak masalah bagi Toyota GT86 karena fendernya yang rupanya cukup lebar. Velg dan ban tidak keluar dari fender sama sekali.

Pilihan bannya, tentu saja Accelera Phi dengan ukuran 205/40 dan 215/35. Ban yang sudah dipercaya untuk kebutuhan sehari-hari, maupun untuk penggunaan stance dan fitment narik.

Untuk urusan, suspensi, menggunakan Air Lift bolt on coil on bags. Agar semakin mudah, disematkan juga sistem manajemen Air Lift 3H. Menurutnya, kombinasi ini membuat mobil bahkan lebih nyaman dibandingkan pada saat posisi standar.

Share